Lompat ke konten
HidroLablaboratorium hidraulika interaktif
/

Transisi elevasi dasar

Ambang di dasar saluran mengambil sebagian energi yang tersedia di hilir. Pada aliran subkritis, muka air justru turun saat melewatinya. Kalau ambangnya terlalu tinggi, energinya tidak lagi cukup dan aliran menjadi tersendat.

simulasiAmbang di dasar saluran, penampang persegi
satuanSI (m, m³/s)
q₂2,400 m²/s
yc₂0,837 m
Fr₂0,51
regimeSubkritis
lembarOC-07rev A

verifikasi

6 dari 6 pemeriksaan lolos

Nilai acuan berasal dari luar aplikasi ini. Kolom hitungan dievaluasi saat halaman digambar, jadi tabel ini ikut berubah bila modelnya berubah.

Yang diperiksaJenisAcuanNilai acuanHitunganSelisih
Kenaikan dasar terbesar sama dengan E₁ dikurangi 1,5 kali kedalaman kritisNilai terbitanChow (1959) Bab 3, syarat aliran tersendat0,37442m0,37442mnol
Tepat pada kenaikan dasar terbesar, bilangan Froude menjadi satuSifat matematisDefinisi kondisi kritis pada penampang tersendat1,000001,00000< 0,0001%
Energi spesifik kekal dikurangi kenaikan dasarKonsistensi silangKekekalan energi pada transisi tanpa gesekan1,63048m1,63048m< 0,0001%
Tanpa perubahan apa pun, kedalaman hilir sama dengan huluSifat matematisKeadaan batas yang harus dipenuhi model1,50000m1,50000m< 0,0001%
Mencari kedalaman dari energi lalu kembali menghasilkan angka semulaPulang pergiPersamaan energi spesifik dibalik dengan metode bagi dua1,500000m1,500000m< 0,0001%
Aliran tetap pada cabangnya selama belum tersendatPerilakuAliran tidak dapat berpindah cabang tanpa melewati kondisi kritis11nol

Seluruh pemeriksaan ini juga tersedia sebagai berkas uji yang dapat dijalankan sendiri dengan perintah npm test.

dasar perhitungan

E = y +q²2 · g · y²E₂ = E₁ − Δz
Emin = 1,5 · ycΔzmax = E₁ − Emin₂
b₂min =Q√( g · ( E₂ / 1,5 )³ )

Gesekan pada bentang transisi diabaikan, sebagaimana lazimnya pada perhitungan transisi pendek, sehingga garis energi digambar mendatar. Yang berlaku hanya kekekalan energi spesifik dikurangi kenaikan dasar. Kedalaman hilir dicari dari energi yang tersedia dengan metode bagi dua, dan cabang yang dipakai ditentukan oleh keadaan aliran masuknya: aliran tidak dapat berpindah dari cabang subkritis ke superkritis tanpa melewati kondisi kritis lebih dulu.

rujukan

  1. 01Chow, V.T. (1959). Open-Channel Hydraulics. McGraw-Hill. Bab 3, Energy and Momentum Principles.
  2. 02Henderson, F.M. (1966). Open Channel Flow. Macmillan. Bab 2.
  3. 03Sturm, T.W. (2010). Open Channel Hydraulics, edisi ke-2. McGraw-Hill.
  4. 04USGS (1988). Basic Hydraulic Principles of Open-Channel Flow, Open-File Report 88-707.