Lompat ke konten
HidroLablaboratorium hidraulika interaktif
/

Tingkat trofik

Tiap tingkat rantai makanan hanya meneruskan sebagian kecil energi yang diterimanya. Karena itu panjang rantai bukan urusan selera melainkan urusan produksi dasar.

simulasiPiramida energi rantai makanan sungai
satuanSI (kJ/m²·y)
P2.000
ε0,100
n4
En2,00
lembarEK-01rev A

verifikasi

6 dari 6 pemeriksaan lolos

Nilai acuan berasal dari luar aplikasi ini. Kolom hitungan dievaluasi saat halaman digambar, jadi tabel ini ikut berubah bila modelnya berubah.

Yang diperiksaJenisAcuanNilai acuanHitunganSelisih
Tingkat pertama menerima seluruh produksi primerSifat matematisDefinisi piramida energi2.000,0000kJ/m²·y2.000,0000kJ/m²·ynol
Tiap tingkat menerima efisiensi kali tingkat di bawahnyaSifat matematisSifat yang harus berlaku pada seluruh rantai11nol
Bagian yang sampai ke puncak sama dengan efisiensi pangkat jumlah selangKonsistensi silangAkibat langsung perkalian berulang, dihitung dengan tangan0,001000000,00100000< 0,0001%
Pada efisiensi sepuluh persen, tingkat keempat menerima seperseribuNilai terbitanLindeman (1942), angka sepuluh persen yang lazim dikutip0,001000000,00100000nol
Efisiensi yang lebih besar menopang lebih banyak tingkatPerilakuPerilaku yang harus berlaku pada ambang kelayakan11nol
Energi tidak pernah bertambah menaiki rantaiSifat matematisHukum kekekalan energi, sifat yang tidak boleh dilanggar11nol

Seluruh pemeriksaan ini juga tersedia sebagai berkas uji yang dapat dijalankan sendiri dengan perintah npm test.

dasar perhitungan

E(i) = P · ε^(i−1)bagian ke puncak = ε^(n−1)
satu tingkat dianggap tertopang bila alirannya melebihi 1 kJ/m² per tahun

Piramida ini menghubungkan ekologi dengan hidraulika lewat satu jalur yang sering tidak terlihat. Banyaknya tingkat yang dapat ditopang sebuah sungai ditentukan oleh produksi dasarnya, dan produksi dasar ditentukan oleh cahaya yang menembus air, hara yang terbawa, serta waktu tinggal air yang menentukan berapa lama keduanya dapat dipakai. Membendung sungai mengubah ketiganya sekaligus: kedalaman bertambah sehingga cahaya berkurang di dasar, kecepatan turun sehingga hara mengendap, dan waktu tinggal memanjang sehingga ganggang sempat tumbuh di permukaan tetapi tidak di dasar. Akibatnya bukan sekadar berkurangnya jumlah ikan melainkan berubahnya susunan rantai makanannya. Perhatikan juga bentuk piramida biomassa yang digambar berdampingan: ia tidak selalu menciut seperti piramida energi, karena hewan bertingkat tinggi berumur lebih panjang sehingga biomassanya menumpuk lebih lama untuk aliran energi yang sama.

rujukan

  1. 01Lindeman, R.L. (1942). The trophic-dynamic aspect of ecology. Ecology, vol. 23.
  2. 02Pauly, D. & Christensen, V. (1995). Primary production required to sustain global fisheries. Nature, vol. 374.
  3. 03Allan, J.D. & Castillo, M.M. (2007). Stream Ecology, edisi ke-2. Springer, Bab 12.
  4. 04Vannote, R.L. et al. (1980). The river continuum concept. Canadian Journal of Fisheries and Aquatic Sciences, vol. 37.