Tangkap-tandai-tangkap ulang
Bila bagian yang bertanda pada tangkapan kedua sama dengan bagian bertanda pada seluruh populasi, jumlahnya dapat dihitung. Yang sulit bukan rumusnya melainkan syarat di baliknya.
verifikasi
6 dari 6 pemeriksaan lolosNilai acuan berasal dari luar aplikasi ini. Kolom hitungan dievaluasi saat halaman digambar, jadi tabel ini ikut berubah bila modelnya berubah.
| Yang diperiksa | Jenis | Acuan | Nilai acuan | Hitungan | Selisih |
|---|---|---|---|---|---|
| Taksiran Petersen sama dengan M dikali n dibagi m | Sifat matematis | Definisi taksiran Lincoln-Petersen | 1.000,0000 | 1.000,0000 | nol |
| Taksiran Chapman selalu lebih kecil daripada Petersen | Sifat matematis | Chapman (1951), pembetulan berat sebelah ke atas pada contoh kecil | 1 | 1 | nol |
| Bila seluruh tangkapan kedua bertanda, taksirannya sebesar yang ditandai | Sifat matematis | Sifat yang harus berlaku pada batas: contoh kedua mewakili seluruh populasi | 200,0000 | 200,0000 | nol |
| Taksiran Chapman tetap terhingga tanpa satu pun tangkapan ulang | Sifat matematis | Sebab utama Chapman dipakai menggantikan Petersen | 1 | 1 | nol |
| Tangkapan ulang yang lebih banyak mempersempit selang kepercayaan | Perilaku | Perilaku yang harus berlaku pada ragam taksiran | 1 | 1 | nol |
| Tangkapan ulang di bawah tujuh ditandai tidak layak dipercaya | Perilaku | Kaidah lapangan yang lazim dipakai, Seber (1982) | 1 | 1 | nol |
Seluruh pemeriksaan ini juga tersedia sebagai berkas uji yang dapat dijalankan sendiri dengan perintah npm test.
dasar perhitungan
Gagasannya dapat dikatakan dalam satu kalimat: bila bagian yang tertandai pada tangkapan kedua sama dengan bagian yang tertandai pada seluruh populasi, maka jumlah populasinya dapat dihitung. Yang sulit bukan rumusnya melainkan syarat-syarat di baliknya, dan empat di antaranya jarang terpenuhi di sungai. Populasinya harus tertutup, tidak ada yang lahir, mati, masuk, atau keluar di antara kedua penangkapan. Tandanya tidak boleh lepas dan tidak boleh terlewat saat pemeriksaan. Ikan bertanda harus bercampur kembali secara merata sebelum penangkapan kedua. Dan yang paling sering dilanggar: peluang tertangkap harus sama bagi yang bertanda dan yang tidak, padahal ikan yang pernah tertangkap kerap belajar menghindari alat tangkap. Pelanggaran yang terakhir itu selalu membesarkan taksirannya, karena tangkapan ulang menjadi lebih sedikit daripada seharusnya. Taksiran Chapman dipakai di sini menggantikan Lincoln-Petersen karena ia tetap memberi angka terhingga bahkan ketika tidak ada satu pun yang tertangkap ulang.
rujukan
- 01Seber, G.A.F. (1982). The Estimation of Animal Abundance and Related Parameters, edisi ke-2. Griffin.
- 02Chapman, D.G. (1951). Some properties of the hypergeometric distribution with applications to zoological censuses. University of California Publications in Statistics, vol. 1.
- 03Krebs, C.J. (1999). Ecological Methodology, edisi ke-2. Benjamin Cummings, Bab 2.
- 04Ricker, W.E. (1975). Computation and interpretation of biological statistics of fish populations. Fisheries Research Board of Canada Bulletin 191.