Lompat ke konten
HidroLablaboratorium hidraulika interaktif
/

Tangga ikan kolam

Dua syarat yang harus dipenuhi bersama dan diperbaiki dengan cara berbeda: kecepatan celah yang harus dilawan, dan keteradukan kolam yang menentukan apakah ikan sanggup beristirahat setelah sampai.

simulasiTangga ikan berkolam bercelah tegak — lesapan daya tiap kolam
satuanSI (m, m³/s, W)
Q0,464 m³/s
ε168 W/m³
V1,98 m/s
n20
lembarEH-01rev A

verifikasi

6 dari 6 pemeriksaan lolos

Nilai acuan berasal dari luar aplikasi ini. Kolom hitungan dievaluasi saat halaman digambar, jadi tabel ini ikut berubah bila modelnya berubah.

Yang diperiksaJenisAcuanNilai acuanHitunganSelisih
Isi kolam sama dengan hasil kali ketiga ukurannyaSifat matematisDefinisi isi kolam persegi5,400000m³5,400000m³nol
Daya lesap sama dengan rho g Q dikali beda tinggiSifat matematisDefinisi daya yang dilesapkan tiap kolam909,4511W909,4511Wnol
Kolam yang lebih besar menurunkan lesapan daya per satuan isiPerilakuPerilaku yang harus berlaku pada lesapan daya11nol
Beda tinggi yang lebih kecil memperbanyak kolam yang dibutuhkanPerilakuPerilaku yang harus berlaku: beda tinggi seluruhnya tetap11nol
Kecepatan celah sama dengan akar dua g beda tinggiKonsistensi silangTorricelli, dipakai pada beda tinggi antar kolam1,980909m/s1,980909m/snol
Batas lesapan daya ditandai di atas 150 watt per meter kubikPerilakuFAO/DVWK (2002), batas yang lazim dipakai untuk ikan sungai umum11nol

Seluruh pemeriksaan ini juga tersedia sebagai berkas uji yang dapat dijalankan sendiri dengan perintah npm test.

dasar perhitungan

Q = Cd b₀ y √(2 g Δh)V = √(2 g Δh)
ε =ρ g Q ΔhL B ybatas 100 sampai 200 W/m³ menurut jenis ikannya

Tangga ikan berkolam dinilai dari dua angka yang sering tertukar. Yang pertama kecepatan di celah, dan itu yang harus dilawan ikan untuk berpindah dari satu kolam ke kolam berikutnya; ia ditentukan seluruhnya oleh beda tinggi muka air antar kolam, lewat Torricelli, dan tidak bergantung pada ukuran kolam sama sekali. Yang kedua lesapan daya per satuan isi kolam, dan itu yang menentukan apakah ikan sanggup beristirahat dan menemukan celah berikutnya setelah sampai; ia bergantung pada ukuran kolam maupun debitnya. Keduanya harus dipenuhi bersama, dan keduanya diperbaiki dengan cara yang berbeda: kecepatan celah hanya dapat diturunkan dengan memperkecil beda tinggi antar kolam, sedangkan lesapan daya dapat diturunkan dengan memperbesar kolamnya tanpa menyentuh beda tingginya sama sekali. Rancangan yang gagal biasanya memenuhi yang pertama dan melupakan yang kedua, karena yang pertama mudah dihitung dan yang kedua menuntut memikirkan isi kolam.

rujukan

  1. 01FAO/DVWK (2002). Fish Passes: Design, Dimensions and Monitoring. FAO, Roma.
  2. 02Larinier, M. (2002). Pool fishways, pre-barrages and natural bypass channels. Bulletin Francais de la Peche et de la Pisciculture 364.
  3. 03Rajaratnam, N., Van der Vinne, G. & Katopodis, C. (1986). Hydraulics of vertical slot fishways. Journal of Hydraulic Engineering, vol. 112.
  4. 04Katopodis, C. (1992). Introduction to Fishway Design. Freshwater Institute, Winnipeg.