Lompat ke konten
HidroLablaboratorium hidraulika interaktif
/

Tabung Pitot

Satu lubang menghadap aliran dan menahannya sampai berhenti, satu lubang lagi membaca tekanan di samping. Selisih keduanya persis tinggi kecepatan, tanpa koefisien yang perlu dikalibrasi. Yang sulit bukan mengukurnya, melainkan mengubah satu titik menjadi debit.

simulasiTabung Pitot statik di dalam pipa — potongan dan profil kecepatan
satuanSI (m, m/s)
Δh0,3000 m
u_max2,426 m/s
V1,981 m/s
Q62,2 l/s
lembarFM-03rev A

verifikasi

6 dari 6 pemeriksaan lolos

Nilai acuan berasal dari luar aplikasi ini. Kolom hitungan dievaluasi saat halaman digambar, jadi tabel ini ikut berubah bila modelnya berubah.

Yang diperiksaJenisAcuanNilai acuanHitunganSelisih
Tinggi kecepatan pada satu meter per detik adalah 51 milimeterNilai terbitanV kuadrat per dua g, dihitung dengan tangan0,050968m0,050968mnol
Perbandingan kecepatan rata-rata terhadap sumbu pada pangkat satu per tujuhNilai terbitanHasil tertutup dua n kuadrat per (n+1)(2n+1), Schlichting Boundary-Layer Theory0,8166670,816667nol
Rumus tertutup rasio kecepatan cocok dengan integrasi numerik profilnyaKonsistensi silangDua jalur perhitungan yang berbeda pada profil yang sama0,8166670,8166720,001%
Menghitung balik beda tinggi tekan mengembalikan bacaan semulaPulang pergiHubungan Pitot harus dapat dibalik0,300000m0,300000mnol
Kecepatan di sumbu pipa sama dengan kecepatan maksimum profilSifat matematisDefinisi profil hukum pangkat2,426108m/s2,426108m/snol
Kecepatan setempat pada jari-jari acuan sama dengan kecepatan rata-rataKonsistensi silangLetak titik ukur tunggal, turunan dari profilnya1,981322m/s1,981322m/snol
  • Integrasi numerik memakai empat ribu pias dan turunan profilnya menjadi tak hingga tepat di dinding, jadi sisa selisihnya milik cara integrasinya.

Seluruh pemeriksaan ini juga tersedia sebagai berkas uji yang dapat dijalankan sendiri dengan perintah npm test.

dasar perhitungan

Δh =V²2gV = √(2 g Δh)u = u₀ (1 − r/R)^(1/n)
Vu₀=2 n²(n + 1)(2n + 1)hasil integrasi profil pada penampang lingkaran

Alat ini mengukur satu titik, dan seluruh persoalannya berasal dari kenyataan itu. Lubang depan menghadap aliran dan menahannya sampai berhenti, sehingga ia membaca tekanan stagnasi; lubang samping membaca tekanan statik. Selisih keduanya persis tinggi kecepatan, tanpa koefisien yang perlu dikalibrasi, dan itulah kekuatan tabung Pitot. Kelemahannya juga persis di situ: yang terbaca kecepatan di satu titik, bukan debit. Mengubah satu bacaan menjadi debit memerlukan pengetahuan tentang bentuk profilnya. Pada aliran turbulen di pipa licin, profil itu mengikuti hukum pangkat, dan dari bentuk itu dapat diturunkan dua angka yang menyelesaikan persoalan. Pertama, kecepatan rata-rata penampang selalu 0,8167 kali kecepatan di sumbu untuk pangkat satu per tujuh. Kedua, ada satu jari-jari tempat kecepatan setempat kebetulan sama dengan kecepatan rata-rata, dan letaknya sekitar 0,758 kali jari-jari pipa. Meletakkan tabung di situ membuat satu bacaan langsung menjadi kecepatan rata-rata tanpa faktor koreksi apa pun, dan itulah yang dilakukan juru ukur yang hanya sempat mengambil satu titik.

rujukan

  1. 01ISO 3966. Measurement of fluid flow in closed conduits — Velocity area method using Pitot static tubes.
  2. 02Schlichting, H. (1979). Boundary-Layer Theory, edisi ke-7. McGraw-Hill. Bab tentang aliran turbulen di pipa.
  3. 03White, F.M. (2011). Fluid Mechanics, edisi ke-7. McGraw-Hill. Bab 6.
  4. 04Prandtl, L. (1925). Bericht uber Untersuchungen zur ausgebildeten Turbulenz. ZAMM.