Lompat ke konten
HidroLablaboratorium hidraulika interaktif
/

Profil Rouse

Dua kecepatan bersaing: laju jatuh butir melawan kekuatan angkat pusaran. Perbandingan keduanya tidak bersatuan, dan satu angka itu menentukan seluruh bentuk sebarannya.

simulasiProfil Rouse — sebaran sedimen melayang sepanjang kedalaman
satuanSI (m, m/s)
d0,100 mm
ws6,69 × 10⁻³ m/s
Z0,326
h2,00 m
lembarSD-02rev A

verifikasi

6 dari 6 pemeriksaan lolos

Nilai acuan berasal dari luar aplikasi ini. Kolom hitungan dievaluasi saat halaman digambar, jadi tabel ini ikut berubah bila modelnya berubah.

Yang diperiksaJenisAcuanNilai acuanHitunganSelisih
Pada butir sangat halus kecepatan endap kembali ke hukum StokesNilai terbitanHukum Stokes, ws = (s-1) g d² / 18ν0,00007812m/s0,00007770m/s0,529%
Kepekatan nisbi tepat satu pada ketinggian acuanSifat matematisDefinisi profil Rouse1,000000001,00000000nol
Bilangan Rouse satu berarti kecepatan endap sama dengan kappa kali kecepatan gesekKonsistensi silangDefinisi bilangan Rouse, diperiksa pada nilai satu1,000000001,00000000nol
Butir yang lebih berat menumpuk lebih banyak di separuh bawahPerilakuPerilaku yang harus berlaku pada profil Rouse11nol
Aliran yang lebih deras menyebarkan muatan lebih merataPerilakuPerilaku yang harus berlaku: bilangan Rouse turun bila u* naik11nol
Pada bilangan Rouse nol sebarannya merata sepanjang kedalamanSifat matematisSifat yang harus berlaku: pangkat nol memberi satu di mana saja1,000000001,00000000nol
  • Suku seret di penyebut Ferguson-Church tidak pernah persis nol, jadi hasilnya selalu sedikit di bawah Stokes.

Seluruh pemeriksaan ini juga tersedia sebagai berkas uji yang dapat dijalankan sendiri dengan perintah npm test.

dasar perhitungan

cca=[h − yy·ah − a]^Z
Z =wsβ κ u*β = 1κ = 0,41
ws =(s − 1) g d²18 ν + √(0,75 (s−1) g d³)Ferguson-Church

Satu angka menentukan seluruh bentuk kurva ini, dan angka itu perbandingan dua kecepatan: seberapa cepat butir jatuh terhadap seberapa kuat pusaran mengangkatnya. Karena keduanya sama-sama berdimensi kecepatan, perbandingannya tak bersatuan, dan satu bilangan itu berlaku untuk lanau di sungai besar maupun pasir di parit kecil. Perhatikan bentuk kurvanya pada bilangan Rouse kecil: hampir tegak, artinya muatannya tersebar merata dari dasar sampai permukaan. Pada bilangan besar kurvanya menempel ke sumbu, artinya seluruh muatan berdesakan di lapisan tipis dekat dasar. Yang tidak dikatakan kurva ini adalah berapa banyak sedimen yang ada; ia hanya menyatakan sebarannya terhadap satu nilai acuan yang harus diukur atau ditaksir tersendiri. Itulah keterbatasan terpenting yang perlu diingat saat memakainya.

rujukan

  1. 01Rouse, H. (1937). Modern conceptions of the mechanics of fluid turbulence. Transactions ASCE, vol. 102.
  2. 02Vanoni, V.A. (1975). Sedimentation Engineering. ASCE Manual 54, Bab 2.
  3. 03Ferguson, R.I. & Church, M. (2004). A simple universal equation for grain settling velocity. Journal of Sedimentary Research, vol. 74.
  4. 04García, M.H. (2008). Sedimentation Engineering. ASCE Manual 110, Bab 2.