Profil Rouse
Dua kecepatan bersaing: laju jatuh butir melawan kekuatan angkat pusaran. Perbandingan keduanya tidak bersatuan, dan satu angka itu menentukan seluruh bentuk sebarannya.
verifikasi
6 dari 6 pemeriksaan lolosNilai acuan berasal dari luar aplikasi ini. Kolom hitungan dievaluasi saat halaman digambar, jadi tabel ini ikut berubah bila modelnya berubah.
| Yang diperiksa | Jenis | Acuan | Nilai acuan | Hitungan | Selisih |
|---|---|---|---|---|---|
| Pada butir sangat halus kecepatan endap kembali ke hukum Stokes | Nilai terbitan | Hukum Stokes, ws = (s-1) g d² / 18ν | 0,00007812m/s | 0,00007770m/s | 0,529% |
| Kepekatan nisbi tepat satu pada ketinggian acuan | Sifat matematis | Definisi profil Rouse | 1,00000000 | 1,00000000 | nol |
| Bilangan Rouse satu berarti kecepatan endap sama dengan kappa kali kecepatan gesek | Konsistensi silang | Definisi bilangan Rouse, diperiksa pada nilai satu | 1,00000000 | 1,00000000 | nol |
| Butir yang lebih berat menumpuk lebih banyak di separuh bawah | Perilaku | Perilaku yang harus berlaku pada profil Rouse | 1 | 1 | nol |
| Aliran yang lebih deras menyebarkan muatan lebih merata | Perilaku | Perilaku yang harus berlaku: bilangan Rouse turun bila u* naik | 1 | 1 | nol |
| Pada bilangan Rouse nol sebarannya merata sepanjang kedalaman | Sifat matematis | Sifat yang harus berlaku: pangkat nol memberi satu di mana saja | 1,00000000 | 1,00000000 | nol |
- Suku seret di penyebut Ferguson-Church tidak pernah persis nol, jadi hasilnya selalu sedikit di bawah Stokes.
Seluruh pemeriksaan ini juga tersedia sebagai berkas uji yang dapat dijalankan sendiri dengan perintah npm test.
dasar perhitungan
Satu angka menentukan seluruh bentuk kurva ini, dan angka itu perbandingan dua kecepatan: seberapa cepat butir jatuh terhadap seberapa kuat pusaran mengangkatnya. Karena keduanya sama-sama berdimensi kecepatan, perbandingannya tak bersatuan, dan satu bilangan itu berlaku untuk lanau di sungai besar maupun pasir di parit kecil. Perhatikan bentuk kurvanya pada bilangan Rouse kecil: hampir tegak, artinya muatannya tersebar merata dari dasar sampai permukaan. Pada bilangan besar kurvanya menempel ke sumbu, artinya seluruh muatan berdesakan di lapisan tipis dekat dasar. Yang tidak dikatakan kurva ini adalah berapa banyak sedimen yang ada; ia hanya menyatakan sebarannya terhadap satu nilai acuan yang harus diukur atau ditaksir tersendiri. Itulah keterbatasan terpenting yang perlu diingat saat memakainya.
rujukan
- 01Rouse, H. (1937). Modern conceptions of the mechanics of fluid turbulence. Transactions ASCE, vol. 102.
- 02Vanoni, V.A. (1975). Sedimentation Engineering. ASCE Manual 54, Bab 2.
- 03Ferguson, R.I. & Church, M. (2004). A simple universal equation for grain settling velocity. Journal of Sedimentary Research, vol. 74.
- 04García, M.H. (2008). Sedimentation Engineering. ASCE Manual 110, Bab 2.