Lompat ke konten
HidroLablaboratorium hidraulika interaktif
/

Profil aliran berubah lambat

Di antara dua penampang kendali, muka air tidak sejajar dasar. Ia melengkung menuju kedalaman normal di satu sisi dan menjauhinya di sisi lain, dan bentuk lengkung itulah yang menentukan sejauh mana pengaruh sebuah bangunan menjalar.

simulasiProfil muka air — saluran persegi prismatis
satuanSI (m, m³/s)
Q12,0 m³/s
y₀1,582 m
yc0,837 m
kemiringanLandai
Jenis profilM1
lembarOC-03rev A

verifikasi

6 dari 6 pemeriksaan lolos

Nilai acuan berasal dari luar aplikasi ini. Kolom hitungan dievaluasi saat halaman digambar, jadi tabel ini ikut berubah bila modelnya berubah.

Yang diperiksaJenisAcuanNilai acuanHitunganSelisih
Pada kedalaman normal, kemiringan gesek sama dengan kemiringan dasarSifat matematisDefinisi aliran seragam0,0015000,001500< 0,0001%
Pada kedalaman normal, kemiringan muka air nolSifat matematisAkibat langsung dari aliran seragam0,000000000,00000000nol
Jarak penelusuran cocok dengan metode langkah langsungNilai terbitanMetode langkah langsung, Chow (1959) Bab 10242,7m242,7m< 0,0001%
Profil bergerak mendekati kedalaman normal, bukan menjauhinyaPerilakuChow (1959) Bab 9, sifat asimtotik profil M111nol
Membalik lalu menghitung maju mengembalikan kedalaman semulaPulang pergiPersamaan Manning dibalik dengan metode bagi dua0,45162m0,45162m< 0,0001%
Bilangan Froude bernilai satu pada kedalaman kritisSifat matematisDefinisi kondisi kritis1,0000001,000000< 0,0001%
  • Toleransi 3 persen karena kedua metode memakai langkah berhingga yang berbeda arah: satu melangkah pada jarak, satunya pada kedalaman.

Seluruh pemeriksaan ini juga tersedia sebagai berkas uji yang dapat dijalankan sendiri dengan perintah npm test.

dasar perhitungan

dydx=S₀ − Sf1 − Fr²
Sf =n² V²R^(4/3)Fr² =q²g y³

Persamaan aliran berubah lambat diselesaikan dengan Runge-Kutta orde empat, bukan dengan langkah maju sederhana, karena galat langkah maju menumpuk sepanjang bentang panjang dan membuat profil menyimpang dari kedalaman normal yang seharusnya didekatinya. Arah penelusuran ditentukan fisika: aliran subkritis dikendalikan dari hilir sehingga ditelusuri ke arah hulu, sedangkan aliran superkritis dikendalikan dari hulu. Ruas yang mendekati kedalaman kritis digambar titik rapat — di situ penyebut (1 − Fr²) menuju nol dan kemiringan muka air menjadi tegak, yang merupakan batas keberlakuan persamaannya, bukan keadaan nyata.

rujukan

  1. 01Chow, V.T. (1959). Open-Channel Hydraulics. McGraw-Hill. Bab 9 — Theory and Analysis of Gradually Varied Flow.
  2. 02Henderson, F.M. (1966). Open Channel Flow. Macmillan. Bab 6.
  3. 03USGS (1988). Basic Hydraulic Principles of Open-Channel Flow, Open-File Report 88-707.
  4. 04Sturm, T.W. (2010). Open Channel Hydraulics, edisi ke-2. McGraw-Hill.