Lompat ke konten
HidroLablaboratorium hidraulika interaktif
/

Prinsip momentum

Yang menentukan gaya hanya apa yang menembus batas volume kendalinya. Apa yang terjadi di dalamnya tidak pernah ditanyakan.

simulasiVolume kendali pada belokan pipa, dilihat dari atas
satuanSI (N, m, m³/s)
R165,2 kN
θ90°
V₁2,55 m/s
p₁A₁/R99 %
lembarFF-03rev A

verifikasi

7 dari 7 pemeriksaan lolos

Nilai acuan berasal dari luar aplikasi ini. Kolom hitungan dievaluasi saat halaman digambar, jadi tabel ini ikut berubah bila modelnya berubah.

Yang diperiksaJenisAcuanNilai acuanHitunganSelisih
Membalik arah sepenuhnya menuntut akar dua kali gaya belokan sikuSifat matematisSelisih vektor laju aliran momentum pada penampang yang sama1,4142141,414214< 0,0001%
Gaya tekanan dan laju aliran momentum berjumlah resultannyaPulang pergiKekekalan momentum pada volume kendalinya165.243,189N165.243,189Nnol
Kehilangan pembesaran mendadak memakai kuadrat selisih kecepatannyaNilai terbitanBorda (1766) dan Carnot (1783), hL = (V1 − V2)²/2g0,000000m0,000000mnol
Kehilangan penyempitan mendadak mengikuti koefisien tepi tajamNilai terbitanIdelchik (1996), diagram 3-7, K = 0,5 (1 − A2/A1)0,000000m0,000000mnol
Pembesaran penampang menaikkan tekanan meskipun energinya hilangPerilakuPerilaku yang harus berlaku: kecepatan yang lepas melebihi tekanan yang didapat11nol
Belokan lurus tidak membelokkan apa pun, jadi gayanya sejajar pipanyaSifat matematisSifat yang harus berlaku pada sudut nol0,000000N0,000000Nnol
Suku tekanan menguasai suku momentum pada pipa air bertekananPerilakuPerbandingan besar kedua suku pada pipa rancangan yang lazim11nol

Seluruh pemeriksaan ini juga tersedia sebagai berkas uji yang dapat dijalankan sendiri dengan perintah npm test.

dasar perhitungan

ΣF = ρQ(V₂ − V₁)persamaan vektor, bukan skalar
Fx = p₁A₁ + ρQV₁ − (p₂A₂ + ρQV₂) cos θ
Fy = −(p₂A₂ + ρQV₂) sin θisi volume kendalinya tidak muncul di mana pun
ρQVpAnisbah inilah yang menentukan mana yang perlu dihitung teliti

Kekuatan prinsip momentum terletak pada apa yang tidak ditanyakannya. Ia tidak menanyakan bentuk belokannya, kekasaran dindingnya, pusaran yang terjadi di sudutnya, atau berapa energi yang hilang di dalamnya. Yang ditanyakannya hanya apa yang masuk menembus batas dan apa yang keluar menembus batas, dan selisih keduanya adalah gaya. Itu sebabnya prinsip ini masih menjawab pada persoalan yang persamaan energinya sama sekali tidak dapat dipakai, misalnya loncatan air, yang kehilangan energinya justru menjadi pertanyaan, bukan jawaban. Dua hal yang perlu diingat saat memakainya. Pertama, ia persamaan vektor, bukan skalar, jadi arahnya ikut diperhitungkan dan belokan seratus delapan puluh derajat menuntut dua kali gaya belokan sembilan puluh derajat. Kedua, pada pipa bertekanan suku tekanan hampir selalu jauh lebih besar daripada suku momentum, sering tiga puluh kali lipat, sehingga angkur belokan sebenarnya ditentukan oleh tekanan ujinya, bukan oleh alirannya. Pipa yang diuji bertekanan sementara airnya diam tetap menuntut angkur yang hampir sama besarnya.

rujukan

  1. 01Euler, L. (1750). Découverte d'un nouveau principe de mécanique.
  2. 02Streeter, V.L. & Wylie, E.B. (1985). Fluid Mechanics, edisi ke-8, bab 3.
  3. 03Chow, V.T. (1959). Open-Channel Hydraulics, bab 3.
  4. 04Idelchik, I.E. (1996). Handbook of Hydraulic Resistance, edisi ke-3.