Lompat ke konten
HidroLablaboratorium hidraulika interaktif
/

Pengaruh hilir

Sebuah bangunan menahan air, dan kenaikan muka air itu tidak berhenti di tempat bangunannya berdiri. Ia menjalar ke hulu, makin lemah, tanpa pernah benar-benar habis. Pertanyaannya bukan sampai di mana ia berhenti, melainkan sampai di mana ia sudah cukup kecil untuk diabaikan.

simulasiJangkauan pembendungan ke hulu — saluran persegi prismatis
satuanSI (m, m³/s)
Q12,0 m³/s
y₀1,713 m
L1%2,68 km
skalapelebihan tegak 266×
lembarHS-09rev A

verifikasi

6 dari 6 pemeriksaan lolos

Nilai acuan berasal dari luar aplikasi ini. Kolom hitungan dievaluasi saat halaman digambar, jadi tabel ini ikut berubah bila modelnya berubah.

Yang diperiksaJenisAcuanNilai acuanHitunganSelisih
Kedalaman normal saluran sangat lebar, dibanding rumus tertutupNilai terbitanRumus saluran sangat lebar, Chow (1959) Bab 61,3904m1,3912m0,056%
Pada kemiringan kritis, kedalaman normal sama dengan kedalaman kritisNilai terbitanDefinisi kemiringan kritis, Chow (1959) Bab 60,837371m0,837371m< 0,0001%
Metode langkah langsung memberi jarak yang sama dengan Runge-KuttaKonsistensi silangDua metode penelusuran yang berbeda pada perjalanan yang sama938,9m938,9m0,000%
Tanpa kenaikan muka air, tidak ada pengaruh yang menjalarSifat matematisSifat yang harus berlaku: bendung setinggi nol tidak mengubah apa pun0,000m0,000mnol
Kenaikan yang lebih besar menjalar lebih jauh ke huluPerilakuPerilaku yang harus berlaku pada kurva pembendungan11nol
Batas satu persen selalu lebih jauh daripada batas sepuluh persenPerilakuSifat kurva pembendungan yang mendekati kedalaman normal secara asimtotik11nol
  • Saluran uji lebarnya 2.000 m, sehingga jari-jari hidroliknya belum persis sama dengan kedalaman.
  • Metode langkah langsung membagi rentang kedalaman, sedangkan Runge-Kutta membagi jarak. Titik bacanya tidak pernah persis berimpit, dan sisa selisihnya berasal dari situ.

Seluruh pemeriksaan ini juga tersedia sebagai berkas uji yang dapat dijalankan sendiri dengan perintah npm test.

dasar perhitungan

dydx=S₀ − Sf1 − Fr²y → y₀secara asimtotik
L = x ( y = y₀ + ε Δy )batas ditentukan ambang, bukan oleh persamaannya

Kurva pembendungan mendekati kedalaman normal secara asimtotik, sehingga pertanyaan sampai di mana pengaruh sebuah bangunan berhenti sebenarnya tidak punya jawaban tegas. Ia tidak pernah benar-benar berhenti. Yang dapat dijawab, dan yang dipakai dalam praktik untuk menentukan batas kajian genangan, adalah sampai di mana pengaruhnya tinggal sekian bagian dari kenaikan di bangunan. Nilai yang lazim dipakai satu persen, dan angka itu dapat digeser pada tabel masukan supaya terlihat betapa besar pengaruhnya terhadap panjang yang harus dikaji. Yang paling menentukan justru bukan tinggi bangunannya melainkan kemiringan dasar saluran: mengurangi kemiringan menjadi separuh membuat jangkauannya membengkak jauh lebih dari dua kali lipat. Itulah sebabnya bendung setinggi satu meter di sungai dataran rendah dapat menggenangi lahan berkilometer ke hulu, sementara bendung yang sama di kaki bukit hampir tidak terasa.

rujukan

  1. 01Chow, V.T. (1959). Open-Channel Hydraulics. McGraw-Hill. Bab 10, perhitungan kurva pembendungan.
  2. 02Henderson, F.M. (1966). Open Channel Flow. Macmillan. Bab 5 dan Bab 6.
  3. 03USACE (2016). HEC-RAS Hydraulic Reference Manual, penentuan batas hulu kajian.
  4. 04FEMA (2003). Guidelines and Specifications for Flood Hazard Mapping Partners, penentuan batas hulu daerah genangan.