Lompat ke konten
HidroLablaboratorium hidraulika interaktif
/

Penelusuran waduk

Waduk tidak menghilangkan banjir, ia hanya menundanya dan meratakannya. Yang meredam puncak bukan pelimpahnya melainkan tampungannya, dan itu terlihat jelas dari luas di antara kedua kurva.

simulasiPenelusuran banjir lewat waduk — peredaman puncak oleh tampungan
satuanSI (m³/s, m)
Imax119,0 m³/s
Omax53,9 m³/s
redam54,7 %
hmax1,01 m
lembarHY-01rev A

verifikasi

6 dari 6 pemeriksaan lolos

Nilai acuan berasal dari luar aplikasi ini. Kolom hitungan dievaluasi saat halaman digambar, jadi tabel ini ikut berubah bila modelnya berubah.

Yang diperiksaJenisAcuanNilai acuanHitunganSelisih
Isi yang masuk dikurangi yang keluar sama dengan tampungan tersisaPulang pergiKekekalan isi, dijumlahkan sepanjang seluruh penelusuran824.720,6m³824.720,6m³< 0,0001%
Puncak keluar terjadi tepat saat kurva keluar memotong kurva masukSifat matematisSifat yang harus berlaku: tampungan berhenti bertambah di titik itu0,00000,00131.3e-3
Puncak keluar tidak pernah melampaui puncak masukSifat matematisSifat yang harus berlaku pada waduk mana pun11nol
Debit keluar sesuai rumus ambang bebas pada tinggi muka air tertinggiKonsistensi silangRumus ambang lebar, dihitung ulang dari tinggi muka air tercatat53,87601m³/s53,87601m³/snol
Waduk yang lebih luas meredam lebih banyakPerilakuPerilaku yang harus berlaku pada penelusuran tampungan11nol
Pelimpah yang lebih lebar meredam lebih sedikitPerilakuPerilaku yang harus berlaku: keluaran lebih mudah berarti tampungan lebih sedikit11nol
  • Kedua isinya dijumlahkan dengan aturan trapesium pada pias yang sama dengan pias penelusuran, jadi sisa selisihnya berasal dari penjumlahan itu.
  • Perpotongannya jatuh di antara dua pias waktu, jadi titik puncak yang tercatat tidak persis di perpotongan itu.

Seluruh pemeriksaan ini juga tersedia sebagai berkas uji yang dapat dijalankan sendiri dengan perintah npm test.

dasar perhitungan

I₁ + I₂2−O₁ + O₂2=S₂ − S₁Δt
O =23Cd b √(2g) h^1,5S = As h
O₂ dan S₂ sama-sama fungsi h₂, jadi tiap langkah diselesaikan dengan bagi dua atas h₂

Dua sifat lembar ini layak diperhatikan karena keduanya berlaku untuk waduk mana pun, apa pun bentuk dan ukurannya. Yang pertama, puncak keluar selalu terjadi persis ketika kurva keluar memotong kurva masuk. Alasannya sederhana dan tidak bergantung pada rumus pelimpah mana pun: selama debit masuk masih melebihi debit keluar, tampungannya masih bertambah, muka airnya masih naik, dan keluarannya masih ikut naik. Begitu keduanya sama, tampungannya berhenti bertambah, dan di situlah keluarannya memuncak. Yang kedua, luas di antara kedua kurva sebelum perpotongan itu persis sama dengan tampungan yang terpakai. Keduanya dapat dilihat langsung di gambar, dan keduanya diuji di blok verifikasi. Perhatikan juga bahwa peredaman tidak datang dari pelimpahnya melainkan dari tampungannya: memperlebar pelimpah justru mengurangi peredaman, karena air lebih mudah keluar dan lebih sedikit yang tersimpan.

rujukan

  1. 01Chow, V.T., Maidment, D.R. & Mays, L.W. (1988). Applied Hydrology. McGraw-Hill, Bab 8.
  2. 02Puls, L.G. (1928). Construction of flood routing curves. House Document 185, US Congress.
  3. 03USBR (1987). Design of Small Dams, edisi ke-3, bab pelimpah dan penelusuran banjir.
  4. 04Fread, D.L. (1993). Flow routing. Dalam Maidment (ed.), Handbook of Hydrology, Bab 10.