Hukum dinding
Dekat dinding kekentalan yang menentukan dan kecepatannya naik lurus. Jauh dari dinding pusaran yang menentukan dan kecepatannya naik menurut logaritma. Di antara keduanya tidak ada hukum sederhana sama sekali.
verifikasi
6 dari 6 pemeriksaan lolosNilai acuan berasal dari luar aplikasi ini. Kolom hitungan dievaluasi saat halaman digambar, jadi tabel ini ikut berubah bila modelnya berubah.
| Yang diperiksa | Jenis | Acuan | Nilai acuan | Hitungan | Selisih |
|---|---|---|---|---|---|
| Tetapan von Karman sesuai nilai terbitan | Nilai terbitan | Nikuradse (1932), nilai 0,41 yang dipakai luas | 0,4100 | 0,4100 | nol |
| Di lapisan kental kecepatan tak berdimensi sama dengan jaraknya | Sifat matematis | Bentuk baku hukum dinding, u+ = y+ | 1,000000 | 1,000000 | nol |
| Hukum logaritmik pada y+ seratus memberi 16,22 | Nilai terbitan | Dihitung dengan tangan dari (1/0,41) ln 100 + 5 | 16,2321 | 16,2321 | nol |
| Pada tetapan lama kedua hukum berpotongan di 11,6 | Nilai terbitan | Batas lapisan kental semu yang lazim dikutip, tetapan 0,40 dan 5,5 | 11,600 | 11,635 | 0,302% |
| Penggolongan lapisan sesuai batas 5 dan 30 | Perilaku | Batas baku lapisan kental dan lapisan logaritmik | 1 | 1 | nol |
| Tebal lapisan kental berbanding terbalik dengan kecepatan gesek | Sifat matematis | Definisi y+ = y u* / nu pada y+ = 5 | 0,00006435m | 0,00006435m | nol |
- Nilai 11,6 adalah pembulatan dari titik potong yang sesungguhnya 11,635.
Seluruh pemeriksaan ini juga tersedia sebagai berkas uji yang dapat dijalankan sendiri dengan perintah npm test.
dasar perhitungan
Yang membuat lembar ini layak dibaca justru daerah kosong di tengahnya. Dua hukum di kiri dan kanan sama-sama sederhana dan sama-sama terbukti: dekat dinding kekentalan menguasai dan kecepatannya naik lurus terhadap jarak; jauh dari dinding pusaran menguasai dan kecepatannya naik menurut logaritma jarak. Di antara keduanya ada daerah tempat kedua sebab bekerja bersama, dan hasilnya tidak berbentuk rumus sederhana apa pun. Kebiasaan buku ajar adalah menggambar satu kurva mulus yang menyambung keduanya, dan kebiasaan itu menyesatkan karena membuat daerah penyangga tampak seperti bagian dari sebuah hukum tunggal. Di sini kedua hukum sengaja digambar sebagai dua garis yang berpotongan dan saling melampaui, dan daerah di antaranya diarsir tanpa kurva. Perhatikan juga bahwa sumbu mendatarnya logaritmik: itulah sebabnya hukum logaritmik tampak sebagai garis lurus, dan hukum kental yang sesungguhnya lurus justru tampak melengkung.
rujukan
- 01Nikuradse, J. (1932). Gesetzmässigkeiten der turbulenten Strömung in glatten Rohren. VDI-Forschungsheft 356.
- 02Schlichting, H. & Gersten, K. (2017). Boundary-Layer Theory, edisi ke-9. Springer, Bab 17.
- 03Pope, S.B. (2000). Turbulent Flows. Cambridge University Press, Bab 7.