Habitat sungai
Debit terbaik bagi ikan bukan sebanyak-banyaknya. Terlalu kecil terlalu dangkal, terlalu besar terlalu deras, dan di antaranya ada satu puncak.
verifikasi
5 dari 5 pemeriksaan lolosNilai acuan berasal dari luar aplikasi ini. Kolom hitungan dievaluasi saat halaman digambar, jadi tabel ini ikut berubah bila modelnya berubah.
| Yang diperiksa | Jenis | Acuan | Nilai acuan | Hitungan | Selisih |
|---|---|---|---|---|---|
| Luas habitat layak memuncak pada debit menengah, lalu menurun | Perilaku | Bovee (1982), IFIM; Stalnaker dkk. (1995), USGS Biological Report 29 | 1 | 1 | nol |
| Kelayakan tiap pias adalah hasil kali kelayakan kedalaman dan kecepatannya | Pulang pergi | Cara gabung hasil kali yang dipakai IFIM | 0,000000000 | 0,000000000 | nol |
| Luas layak tidak pernah melampaui lebar basahnya | Sifat matematis | Kelayakan tiap pias tidak pernah melampaui satu | 1 | 1 | nol |
| Debit yang lebih besar memberi kedalaman yang lebih besar | Perilaku | Manning pada penampang yang sama | 1 | 1 | nol |
| Penanda lewat puncak menyala tepat ketika debitnya melampaui debit terbaiknya | Perilaku | Sifat yang harus berlaku pada penanda di lembar ini | 1 | 1 | nol |
Seluruh pemeriksaan ini juga tersedia sebagai berkas uji yang dapat dijalankan sendiri dengan perintah npm test.
dasar perhitungan
Lembar ini menjawab pertanyaan yang tidak dapat dijawab neraca air mana pun: berapa debit yang paling baik bagi ikan. Jawabannya bukan sebanyak-banyaknya. Debit yang terlalu kecil menyisakan air yang terlalu dangkal, dan debit yang terlalu besar membuatnya terlalu deras; keduanya sama-sama tidak layak, dan di antara keduanya ada satu puncak. Puncak itulah yang dipakai menetapkan debit pemeliharaan sungai di bawah bendung, dan cara ini, yang disebut IFIM, dipakai justru karena ia mengubah pertanyaan tata air menjadi pertanyaan luasan yang dapat ditawar dengan kebutuhan irigasi dalam satuan yang sama. Dua peringatan pantas menyertainya. Pertama, lengkung kelayakan yang dipakai di sini berasal dari satu jenis ikan pada satu tahap hidupnya; jenis lain punya puncak di tempat lain, dan menetapkan satu debit untuk seluruh sungai berarti memilih jenis mana yang dimenangkan. Kedua, luas layak bukan populasi. Ia luasan yang layak dihuni, bukan jumlah ikan yang akan menghuninya, dan menyamakan keduanya adalah kekeliruan yang telah lama diketahui tetapi terus terjadi dalam dokumen perizinan.
rujukan
- 01Bovee, K.D. (1982). A guide to stream habitat analysis using the Instream Flow Incremental Methodology. USFWS FWS/OBS-82/26.
- 02Milhous, R.T., Updike, M.A. & Schneider, D.M. (1989). PHABSIM system reference manual. USFWS Biol. Rep. 89(16).
- 03Tharme, R.E. (2003). A global perspective on environmental flow assessment. River Res. Applic. 19, 397–441.
- 04Lamouroux, N. & Capra, H. (2002). Simple predictions of instream habitat model outputs. Freshwater Biology 47, 1543–1556.