Lompat ke konten
HidroLablaboratorium hidraulika interaktif
/

Habitat sungai

Debit terbaik bagi ikan bukan sebanyak-banyaknya. Terlalu kecil terlalu dangkal, terlalu besar terlalu deras, dan di antaranya ada satu puncak.

simulasiLuas layak terbobot terhadap debit, pada penampang parabola
satuanSI (m³/s, m, m²)
WUA7,21 m²
Qopt2,11 m³/s
h0,53 m
V0,71 m/s
lembarEH-06rev A

verifikasi

5 dari 5 pemeriksaan lolos

Nilai acuan berasal dari luar aplikasi ini. Kolom hitungan dievaluasi saat halaman digambar, jadi tabel ini ikut berubah bila modelnya berubah.

Yang diperiksaJenisAcuanNilai acuanHitunganSelisih
Luas habitat layak memuncak pada debit menengah, lalu menurunPerilakuBovee (1982), IFIM; Stalnaker dkk. (1995), USGS Biological Report 2911nol
Kelayakan tiap pias adalah hasil kali kelayakan kedalaman dan kecepatannyaPulang pergiCara gabung hasil kali yang dipakai IFIM0,0000000000,000000000nol
Luas layak tidak pernah melampaui lebar basahnyaSifat matematisKelayakan tiap pias tidak pernah melampaui satu11nol
Debit yang lebih besar memberi kedalaman yang lebih besarPerilakuManning pada penampang yang sama11nol
Penanda lewat puncak menyala tepat ketika debitnya melampaui debit terbaiknyaPerilakuSifat yang harus berlaku pada penanda di lembar ini11nol

Seluruh pemeriksaan ini juga tersedia sebagai berkas uji yang dapat dijalankan sendiri dengan perintah npm test.

dasar perhitungan

WUA = Σ f(d) · f(V) · Δy, dipadukan sepanjang lebar basahnya
kelayakan memuncak pada kedalaman 0,45 m dan kecepatan 0,40 m/s
kecepatan tiap pias dari Manning pada kedalaman pias itu sendiri

Lembar ini menjawab pertanyaan yang tidak dapat dijawab neraca air mana pun: berapa debit yang paling baik bagi ikan. Jawabannya bukan sebanyak-banyaknya. Debit yang terlalu kecil menyisakan air yang terlalu dangkal, dan debit yang terlalu besar membuatnya terlalu deras; keduanya sama-sama tidak layak, dan di antara keduanya ada satu puncak. Puncak itulah yang dipakai menetapkan debit pemeliharaan sungai di bawah bendung, dan cara ini, yang disebut IFIM, dipakai justru karena ia mengubah pertanyaan tata air menjadi pertanyaan luasan yang dapat ditawar dengan kebutuhan irigasi dalam satuan yang sama. Dua peringatan pantas menyertainya. Pertama, lengkung kelayakan yang dipakai di sini berasal dari satu jenis ikan pada satu tahap hidupnya; jenis lain punya puncak di tempat lain, dan menetapkan satu debit untuk seluruh sungai berarti memilih jenis mana yang dimenangkan. Kedua, luas layak bukan populasi. Ia luasan yang layak dihuni, bukan jumlah ikan yang akan menghuninya, dan menyamakan keduanya adalah kekeliruan yang telah lama diketahui tetapi terus terjadi dalam dokumen perizinan.

rujukan

  1. 01Bovee, K.D. (1982). A guide to stream habitat analysis using the Instream Flow Incremental Methodology. USFWS FWS/OBS-82/26.
  2. 02Milhous, R.T., Updike, M.A. & Schneider, D.M. (1989). PHABSIM system reference manual. USFWS Biol. Rep. 89(16).
  3. 03Tharme, R.E. (2003). A global perspective on environmental flow assessment. River Res. Applic. 19, 397–441.
  4. 04Lamouroux, N. & Capra, H. (2002). Simple predictions of instream habitat model outputs. Freshwater Biology 47, 1543–1556.