Lompat ke konten
HidroLablaboratorium hidraulika interaktif
/

Gaya pada belokan pipa

Hampir seluruh gaya belokan berasal dari tekanan, bukan dari air yang bergerak. Blok angkurnya karena itu ditentukan tekanan uji, bukan debitnya.

simulasiBlok angkur pada belokan pipa tekan, dilihat dari atas
satuanSI (kN, m, kPa)
R158,7 kN
A1,06 m²
b0,88 m
pA/R98,9 %
lembarPI-05rev A

verifikasi

7 dari 7 pemeriksaan lolos

Nilai acuan berasal dari luar aplikasi ini. Kolom hitungan dievaluasi saat halaman digambar, jadi tabel ini ikut berubah bila modelnya berubah.

Yang diperiksaJenisAcuanNilai acuanHitunganSelisih
Membalik arah sepenuhnya menuntut akar dua kali gaya belokan sikuSifat matematisSelisih vektor laju aliran momentum pada penampang yang sama1,4142141,414214nol
Gaya tekanan dan laju aliran momentum berjumlah resultannyaPulang pergiKekekalan momentum pada volume kendalinya158.705,486N158.705,486Nnol
Kehilangan pembesaran mendadak memakai kuadrat selisih kecepatannyaNilai terbitanBorda (1766) dan Carnot (1783), hL = (V1 − V2)²/2g0,000000m0,000000mnol
Kehilangan penyempitan mendadak mengikuti koefisien tepi tajamNilai terbitanIdelchik (1996), diagram 3-7, K = 0,5 (1 − A2/A1)0,000000m0,000000mnol
Pembesaran penampang menaikkan tekanan meskipun energinya hilangPerilakuPerilaku yang harus berlaku: kecepatan yang lepas melebihi tekanan yang didapat11nol
Belokan lurus tidak membelokkan apa pun, jadi gayanya sejajar pipanyaSifat matematisSifat yang harus berlaku pada sudut nol0,000000N0,000000Nnol
Suku tekanan menguasai suku momentum pada pipa air bertekananPerilakuPerbandingan besar kedua suku pada pipa rancangan yang lazim11nol

Seluruh pemeriksaan ini juga tersedia sebagai berkas uji yang dapat dijalankan sendiri dengan perintah npm test.

dasar perhitungan

R = 2(pA + ρQV) sinθ2pada belokan berpenampang tetap
A =RqW =Rμμ = 0,45 beton terhadap tanah, γ = 24 kN/m³

Angka yang paling sering mengejutkan pada lembar ini adalah bagian tekanannya. Pada pipa air kota yang biasa, sembilan puluh tujuh sampai sembilan puluh sembilan persen gaya belokannya berasal dari tekanan dan hanya sisanya dari momentum air yang bergerak. Akibatnya sederhana dan sering dilupakan: blok angkur dirancang untuk tekanan uji, bukan untuk tekanan kerja, dan sama sekali bukan untuk debit. Pipa yang sedang diuji tekan dengan airnya diam menuntut angkur yang hampir sama besarnya dengan pipa yang mengalir penuh, dan justru uji tekanlah yang biasanya menjadi keadaan paling berat sepanjang umur pipa, karena tekanan ujinya memang sengaja dibuat lebih tinggi daripada tekanan kerjanya. Dua kesalahan yang lahir dari lupa ini sama-sama mahal. Yang pertama merancang angkur dari debit puncak dan mendapati blok bergeser saat uji tekan pertama, sebelum satu tetes air pun dialirkan kepada pelanggan. Yang kedua menambah ukuran blok setiap kali debitnya dinaikkan, padahal yang menentukan tidak pernah berubah.

rujukan

  1. 01AWWA (2017). M11 Steel Water Pipe: A Guide for Design and Installation, edisi ke-5.
  2. 02Ductile Iron Pipe Research Association (2016). Thrust Restraint Design for Ductile Iron Pipe, edisi ke-7.
  3. 03Streeter, V.L. & Wylie, E.B. (1985). Fluid Mechanics, edisi ke-8, bab 3.
  4. 04Terzaghi, K., Peck, R.B. & Mesri, G. (1996). Soil Mechanics in Engineering Practice, edisi ke-3.