Persamaan energi aliran bertekanan
Garis energi hanya boleh turun, kecuali di pompa. Garis tekanan boleh naik dan boleh turun, dan yang menentukan rancangan adalah jaraknya terhadap sumbu pipa.
verifikasi
7 dari 7 pemeriksaan lolosNilai acuan berasal dari luar aplikasi ini. Kolom hitungan dievaluasi saat halaman digambar, jadi tabel ini ikut berubah bila modelnya berubah.
| Yang diperiksa | Jenis | Acuan | Nilai acuan | Hitungan | Selisih |
|---|---|---|---|---|---|
| Ketiga tinggi tekannya berjumlah tinggi energi di setiap penampang | Sifat matematis | Persamaan Bernoulli, z + p/γ + V²/2g = H | 14,185910m | 14,185910m | nol |
| Tinggi energi di hulu dikurangi seluruh kehilangan sama dengan tinggi energi di hilir | Pulang pergi | Kekekalan tenaga sepanjang salurannya | 14,185910m | 14,185910m | < 0,0001% |
| Menaikkan seluruh pipanya lima meter menurunkan tinggi tekannya lima meter, tepat | Sifat matematis | Pertukaran suku elevasi dan suku tekanan | 5,000000m | 5,000000m | nol |
| Garis energi tidak pernah naik tanpa pompa | Sifat matematis | Hukum kedua termodinamika pada aliran tanpa kerja luar | 1 | 1 | nol |
| Tanpa gesekan dan tanpa perlengkapan, tinggi energinya tetap di sepanjang salurannya | Konsistensi silang | Bernoulli tanpa kehilangan sama sekali | 0,000000m | 0,000000m | nol |
| Kehilangan gesekan berbanding lurus dengan panjang salurannya | Perilaku | Darcy-Weisbach, hf = f L V²/(2 g D) | 1 | 1 | nol |
| Tinggi tekan atmosfer baku sepuluh koma tiga meter kolom air | Nilai terbitan | 101,325 kPa dibagi berat jenis air | 10,330m | 10,330m | nol |
Seluruh pemeriksaan ini juga tersedia sebagai berkas uji yang dapat dijalankan sendiri dengan perintah npm test.
dasar perhitungan
Dua garis pada gambar ini sering dianggap satu, padahal aturannya berbeda sama sekali dan justru perbedaannya yang dipakai merancang. Garis energi hanya boleh turun, kecuali di pompa, karena tidak ada susunan pipa yang menciptakan tenaga. Garis tekanan boleh naik dan boleh turun, karena ia garis energi dikurangi tinggi kecepatan, dan tinggi kecepatan berubah di setiap perubahan penampang. Yang menentukan hidup matinya rancangan bukan keduanya melainkan jarak garis tekanan terhadap sumbu pipanya. Selama garis tekanan berada di atas sumbu pipa, pipanya didorong dari dalam dan semuanya berjalan seperti yang dibayangkan. Begitu ia jatuh di bawah sumbu pipa, pipanya dihisap: udara terlarut keluar dari air dan berkumpul di puncak, sambungan yang bocor menghisap udara masuk, dan bila jatuhnya sampai sepuluh koma tiga meter di bawah sumbu, airnya mendidih dan kolomnya putus. Itu sebabnya pipa tekan yang panjang tidak dirancang dari debitnya saja. Puncak lintasannya diperiksa satu per satu, dan pompanya diletakkan dekat puncak yang paling menyulitkan, bukan di tempat yang paling mudah dijangkau kendaraan.
rujukan
- 01Streeter, V.L. & Wylie, E.B. (1985). Fluid Mechanics, edisi ke-8, bab 5 dan 12.
- 02Idelchik, I.E. (1996). Handbook of Hydraulic Resistance, edisi ke-3.
- 03Karassik, I.J. dkk. (2008). Pump Handbook, edisi ke-4, bab 2.
- 04Thorley, A.R.D. (2004). Fluid Transients in Pipeline Systems, edisi ke-2.