Lompat ke konten
HidroLablaboratorium hidraulika interaktif
/

Aturan panen

Kurva hasil lestari menurun sesudah puncaknya, dan karena itu satu angka hasil tangkapan selalu punya dua penafsiran yang berlawanan.

simulasiModel Schaefer — hasil lestari terhadap upaya penangkapan
satuanSI (ton, y⁻¹)
MSY125,0 t
E20,0
Y120,0 t
N600 t
lembarEK-02rev A

verifikasi

6 dari 6 pemeriksaan lolos

Nilai acuan berasal dari luar aplikasi ini. Kolom hitungan dievaluasi saat halaman digambar, jadi tabel ini ikut berubah bila modelnya berubah.

Yang diperiksaJenisAcuanNilai acuanHitunganSelisih
Hasil lestari maksimum sama dengan seperempat r kali KNilai terbitanSchaefer (1954), puncak parabola hasil125,000000ton/y125,000000ton/ynol
Hasil pada upaya puncak sama dengan hasil lestari maksimumPulang pergiPerjalanan bolak-balik lewat kurva hasil125,000000ton/y125,000000ton/ynol
Pada hasil maksimum populasinya tepat separuh daya dukungNilai terbitanAkibat langsung bentuk logistik, hasil yang dikenal luas500,000000ton500,000000tonnol
Kurva hasil menurun sesudah puncaknyaSifat matematisSifat yang harus berlaku, dan bentuk kegagalan perikanan yang paling lazim11nol
Upaya nol memberi populasi penuh dan hasil nolSifat matematisSifat yang harus berlaku pada keadaan tanpa panen1.000,000000ton1.000,000000tonnol
Dua upaya berbeda dapat memberi hasil yang samaSifat matematisSifat parabola, dan alasan hasil tangkapan bukan penunjuk kesehatan stok93,750000ton/y93,750000ton/ynol

Seluruh pemeriksaan ini juga tersedia sebagai berkas uji yang dapat dijalankan sendiri dengan perintah npm test.

dasar perhitungan

dNdt= r N(1 −NK)− q E N
N* = K(1 −q Er)Y = q E N*
MSY =r K4Emsy =r2 qpada puncak, populasinya tepat separuh daya dukung

Kurva ini menurun sesudah puncaknya, dan seluruh kesulitan pengelolaan perikanan terletak pada kenyataan itu. Karena kurvanya parabola, tiap tingkat hasil di bawah puncak dapat dicapai oleh dua tingkat upaya yang sangat berbeda: satu dengan populasi besar dan armada kecil, satu lagi dengan populasi kecil dan armada besar. Keduanya memberi angka tangkapan tahunan yang sama persis, dan dari angka tangkapan saja keduanya tidak dapat dibedakan. Itulah sebabnya pengelolaan perikanan yang hanya memantau hasil tangkapan selalu terlambat menyadari keruntuhan: hasil yang bertahan stabil selama bertahun-tahun dapat berarti pengelolaan yang baik, atau dapat berarti armada yang terus membesar sambil mengejar populasi yang terus menyusut. Yang membedakan keduanya hanya pengukuran populasi, dan pengukuran itulah yang mahal dan karena itu sering dilewati.

rujukan

  1. 01Schaefer, M.B. (1954). Some aspects of the dynamics of populations important to the management of the commercial marine fisheries. Bulletin of the Inter-American Tropical Tuna Commission, vol. 1.
  2. 02Hilborn, R. & Walters, C.J. (1992). Quantitative Fisheries Stock Assessment. Chapman & Hall.
  3. 03Larkin, P.A. (1977). An epitaph for the concept of maximum sustained yield. Transactions of the American Fisheries Society, vol. 106.
  4. 04FAO (1995). Code of Conduct for Responsible Fisheries. FAO, Roma.